Lampung Selatan — Kisah memprihatinkan datang dari Dusun Umbul Pabrik, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Seorang lansia bernama Asnah (64) disebut belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, meski hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Asnah tinggal seorang diri di rumah berdinding bambu yang telah lapuk dan berlantaikan tanah. Sebagian dinding terlihat berlubang dan keropos dimakan usia. Saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam rumah karena atap yang bocor. Rumah tersebut juga tidak memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Asnah mengandalkan hasil memungut kelapa dan pinang dari kebun milik tetangga. Di usianya yang tak lagi muda, ia mengaku tidak mampu bekerja berat.
“Saya tidak menerima bantuan apa pun dari pemerintah, sumpah demi Allah,” ujar Asnah saat ditemui di kediamannya.
Warga sekitar menilai kondisi Asnah seharusnya memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan sosial. Sejumlah program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) lansia, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dinilai belum menyentuh dirinya.
Sorotan terhadap ketepatan sasaran penyaluran bansos pun kembali mencuat. Sejumlah pihak menilai perlu adanya evaluasi ulang terhadap pendataan warga dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai status bantuan sosial yang seharusnya diterima Asnah.
