Lampung Selatan, Datalampung.com — PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) mengintensifkan pencegahan kecelakaan akibat kantuk melalui Operasi Simpatik Microsleep di Rest Area KM 87 B Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), Rabu (7/10/2026) dini hari.
Kegiatan yang berlangsung pada rentang jam rawan kelelahan, pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, ini melibatkan tim gabungan dari Unit Lalu Lintas Tol BTB, Satuan PJR Polda Lampung Induk 2, serta personel BKO TNI AL dari Lanal Lampung.
Dalam operasi tersebut, petugas gabungan mengecek langsung kondisi fisik para pengemudi yang melintas dan singgah, memberikan edukasi keselamatan berkendara, sekaligus membagikan bingkisan apresiasi.
Sebanyak 50 armada kendaraan diperiksa selama kegiatan berlangsung, mencakup 23 unit kendaraan Golongan I serta 27 unit kendaraan angkutan barang Golongan II ke atas.
Seluruh sopir yang terpantau dipastikan berada dalam kondisi bugar sebelum dipersilakan melanjutkan perjalanan.
Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, Charles Giroth, menegaskan keselamatan pengguna jalan merupakan fokus mutlak pengelola, terutama pada lintasan dini hari yang rentan memicu turunnya konsentrasi.
"Jangan memaksakan diri ketika mengantuk atau lelah. Jika kondisi tubuh mulai menurun, manfaatkan rest area untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Keselamatan harus menjadi budaya dan tanggung jawab bersama," kata Charles.
Tak hanya pemeriksaan fisik pengemudi, petugas juga memasang stiker reflektif tambahan di bagian belakang bodi truk ekspedisi guna menekan potensi kecelakaan tabrak belakang akibat minimnya penerangan kendaraan besar.
Manajer Operasi PT BTB, Agustinus Leonardo, menerangkan bahwa penambahan material pemantul cahaya ini krusial untuk mempercepat respons pengendara lain di jalur cepat.
"Stiker reflektif membantu kendaraan truk lebih mudah terlihat ketika terkena sorotan lampu kendaraan dari belakang. Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan memberikan waktu yang lebih baik bagi pengemudi di belakang untuk mengantisipasi keberadaan kendaraan di depannya," terang Agustinus.
Melalui operasi gabungan berkala ini, manajemen jalan tol mengingatkan para pengendara agar disiplin mengontrol batas kecepatan, menjaga jarak aman antar-kendaraan, dan tidak memaksakan berkendara saat fisik sudah mencapai batas lelah.
