Lampung Selatan, Datalampung.com — BUMDes Sukajaya Mandiri, Desa Sukajaya, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, terus menunjukkan perkembangan positif melalui pengelolaan sejumlah unit usaha yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Desa Sukajaya, Rustam Efendi, menjelaskan bahwa BUMDes Sukajaya Mandiri kini mengembangkan sejumlah unit usaha, baik yang sudah berjalan maupun usaha baru, sebagai upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan desa.
Menurut Rustam Efendi, sejumlah unit usaha yang telah berjalan sebelumnya masih tetap aktif, seperti usaha penyewaan tenda. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan potensi desa, BUMDes juga menambah jenis usaha baru, yakni budidaya ikan nila, ikan lele, serta pengembangan tanaman hortikultura.
“Unit usaha ini dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan. Untuk ikan nila dan lele, pada tahap pertama ini kita menebar puluhan ribu bibit dengan total 10 petak kolam,” jelasnya.
Selain sektor perikanan, BUMDes Sukajaya Mandiri juga mengembangkan pertanian hortikultura berupa tanaman cabai dan sawi. Dari keseluruhan lahan seluas 1 hektare, sebanyak 10.000 tanaman sawi dan ratusan tanaman cabai telah ditanam dan kini mulai memberikan hasil yang menjanjikan.
“Tanaman cabai dan sawi ini sudah akan memasuki masa panen. Untuk hasil ikan nila dan lele, kami berharap produksi yang dikelola BUMDes dapat mendukung program ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujar Rustam.
Ia berharap hasil budidaya ikan dan tanaman hortikultura tersebut ke depan dapat menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Harapannya ke depan hasil ikan nila dan lele serta sayuran ini bisa masuk ke rumah MBG. Kita berharap MBG nanti bisa bekerja sama, terutama soal kepastian pasar. Alhamdulillah, kami juga berharap dapat berkomunikasi dengan pasar lokal untuk pemenuhan stok,” tambahnya.
Rustam menekankan bahwa pemilihan komoditas cabai, ikan nila, dan ikan lele bukan tanpa alasan. Menurutnya, Desa Sukajaya memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.
“Daripada kita mendatangkan cabai dari daerah jauh, padahal Desa Sukajaya punya potensi besar. Ini yang ingin kami optimalkan,” katanya.
Dengan pengembangan berbagai unit usaha tersebut, BUMDes Sukajaya Mandiri diharapkan terus tumbuh sebagai salah satu penggerak ekonomi desa. Pengembangan sektor perikanan dan hortikultura diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan desa, serta memberdayakan masyarakat setempat.
