-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Pantau Kawasan Rawan Karhutla dan Perburuan Liar, Komite TNWK Siapkan Command Center Terpadu

    Selasa, 22 September 2026, 17:48 WIB

    Lampung Timur, Datalampung.com — Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mematangkan pengembangan sistem pusat komando (command center) terpadu berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 


    Fasilitas digital mutakhir ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan satwa liar, memetakan koridor lintasan gajah, sekaligus mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kejahatan kehutanan secara waktu nyata (real-time).


    Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, menargetkan operasional sistem ini dapat mengidentifikasi biodata tiap individu gajah secara presisi melalui integrasi data visual dan posisi berbasis GPS.


    "Pengembangan sistem command center ini dirancang multifungsi, mulai dari mengenali data biologis satwa, memitigasi potensi perburuan dan pencurian, hingga menganalisis korelasi data satwa guna memetakan jalur jelajah gajah sesuai perubahan musim," ujar Sriyanto di kawasan TNWK, Selasa (22/9/2026).


    Guna mendukung basis data pembelajaran mesin (machine learning), komite mengerahkan tim Terra Drone yang mengoperasikan wahana nirawak jenis M1 Drone. Pengambilan sampel visual dilakukan secara intensif pada pagi dan sore hari, menyasar kantong-kantong populasi satwa di Camp Elephant Response Unit (ERU) dan Pusat Latihan Gajah (PLG). Setiap individu gajah diambil sebanyak 30 foto serta rekaman video 360 derajat memutar.


    "Target pengumpulan data visual gajah sebagai materi pembelajaran AI ditargetkan rampung dalam satu hingga tiga hari ke depan," jelasnya.


    Selain aspek pengawasan satwa, Sriyanto menegaskan sistem pusat komando ini menjadi ujung tombak dalam pencegahan karhutla. Empat wilayah rawan kebakaran hutan, yakni Braja Luhur, Braja Kencana, Karang Anyar, dan Wako, dipantau secara berkala dan terpusat melalui monitor dasbor.


    Sistem digital tersebut turut dilengkapi perangkat simulasi peringatan dini (early warning system) yang mampu membaca indikasi tindak kriminalitas kehutanan serta mengukur level keparahan karhutla. Untuk langkah mitigasi langsung di batas kawasan, komite juga mendemonstrasikan integrasi perangkat pengeras suara (speaker) dan mikrofon peringatan jarak jauh guna menghalau perambahan ataupun mencegah kawanan satwa mendekati pemukiman warga desa penyangga.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini