Bandar Lampung, Datalampung.com – Ribuan warga dari berbagai kalangan, mulai pengemudi ojek online (ojol), lansia, hingga masyarakat umum memadati kegiatan bakti kesehatan yang digelar Polda Lampung dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh jajaran Polda Lampung, Polresta, dan Polres tersebut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, operasi katarak, penanganan pterigium (lemak mata), pengobatan spesifik, hingga pelayanan kesehatan bagi anak stunting dan lansia.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, mengatakan sebanyak 7.600 warga menjadi penerima manfaat dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut.
"Pada kegiatan ini ada kurang lebih 7.600 penerima manfaat, terdiri dari 3.000 peserta donor darah, 3.850 cek kesehatan gratis, 250 operasi katarak, 65 penanganan pterigium, 300 pengobatan spesifik, 25 anak stunting dan 25 peserta lansia atau geriatri," kata Helfi.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
"Kegiatan HUT Bhayangkara harus menyentuh langsung masyarakat yang paling membutuhkan, baik yang mengalami gangguan kesehatan, anak stunting, lansia maupun komunitas binaan seperti ojek online dan kelompok masyarakat lainnya," ujarnya.
Selain operasi katarak, Polda Lampung juga membuka layanan penanganan pterigium, pengobatan bibir sumbing, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya melalui Rumah Sakit Bhayangkara.
Kapolda memastikan masyarakat yang belum sempat mengikuti operasi katarak maupun penanganan pterigium masih dapat mendaftarkan diri.
"Kalau ada masyarakat yang menyusul untuk operasi katarak maupun lemak mata atau pterigium masih bisa dilakukan. Tim medis sudah siap di Rumah Sakit Bhayangkara," katanya.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, kesehatan umum, hingga konsultasi berbagai poli spesialis seperti gigi, bedah mulut, dan THT.
Salah satu peserta, Ari, pengemudi ojek online di Bandar Lampung, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.
Ia mengetahui informasi kegiatan dari grup komunitas ojol yang diikutinya. Dalam pemeriksaan, Ari menjalani pengecekan kesehatan umum dan mendapat konsultasi terkait kondisi giginya.
"Tadi dicek tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan kesehatan umum. Dokter juga menyarankan saya melakukan penanganan untuk gigi yang berlubang dan karang gigi. Sudah dijadwalkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit," katanya.
Ari mengatakan program kesehatan gratis seperti ini sangat membantu para pekerja lapangan yang jarang memiliki waktu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
"Sebagai ojol, saya merasa sangat terbantu. Kadang kita tidak tahu kondisi kesehatan sendiri karena sibuk bekerja di jalan. Dengan adanya pemeriksaan gratis seperti ini jadi tahu kondisi kesehatan dan bisa segera ditangani kalau ada masalah," ujarnya.
Pelaksanaan bakti kesehatan tersebut melibatkan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, unsur TNI, tenaga kesehatan dari berbagai instansi, serta relawan kesehatan.
Polda Lampung berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mendorong kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

