Lampung Selatan, Datalampung.com - Seorang kakek berusia 75 tahun di dusun sandaran 1 Desa Suka Banjar, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan tinggal sebatang kara di sebuah gubuk tak layak huni di pusat desa kabupaten lampung Selatan.
Untuk bertahan hidup, sang kakek hanya mengharap belas kasihan tetangga dan ponakan untuk memberinya makan.
Di sebuah gubuk berukuran dua kali tiga meter ini lah, menjadi tempat tinggal sang kakek bernama Sukaemi (75), warga yang beralamat di dusun Sandaran 1 , Rt 005/001, Desa Suka Banjar, Kecamatan Sidomulyo.
Ia terpaksa tinggal di gubuk reyot dengan kondisi tidak layak huni ini, karena tidak lagi memiliki rumah.
Selama tinggal di gubuk yang beralaskan tanah dan dinding geribik yang terbuat dari anyaman bambu rusak akibat dimakan usia ini, membuat kake Sukaemi sering jatuh sakit.
Tidak ada barang mewah yang dimilikinya, kecuali tempat tidur yang sudah lusuh dan tumpukan kain usang yang menjadi alas tubuh rentahnya saat beristirahat setiap malamnya.
Selama bertahun-tahun dan di usianya yang senja ini, sang kakek nyaris luput dari perhatian pemerintah setempat dan hanya mengharap belas kasihan warga agar bisa bertahan hidup.
Meski hidup dalam kondisi fakir dan sebatang kara, sang kakek tetap merasa bersyukur karena masih ada tetangga dan warga sekitar yang mau berbaik hati padanya.
Warga sekitar juga berharap agar pemerintah dapat memberikan tempat tinggal kake Sukaemi yang layak disisa usianya yang senja ini.
