-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    BI: Ekonomi Lampung 2026 Diproyeksi Tumbuh Solid, Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama

    Rabu, 29 April 2026, 15:13 WIB


    Bandar Lampung, Datalampung.com – Perekonomian Provinsi Lampung pada 2026 diproyeksikan tetap tumbuh solid di tengah ketidakpastian global. Sektor pertanian masih menjadi penopang utama, meski menghadapi tantangan mempertahankan laju pertumbuhan yang sudah tinggi pada periode sebelumnya.


    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa capaian sektor pertanian yang kuat justru menjadi tantangan tersendiri pada tahun ini.


    “Tingginya kinerja sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan ke depan mengingat basis pertumbuhan yang sudah tinggi, sehingga diperlukan upaya ekstra untuk mempertahankannya, terutama di tengah risiko 2026 yang masih dipengaruhi ketidakpastian global,” ujar Bimo.


    Ia menjelaskan, pada Triwulan I 2026, ekonomi Lampung diprakirakan tetap kuat. Selain pertanian, kinerja industri pengolahan dan perdagangan turut menopang pertumbuhan. Penguatan permintaan domestik pada periode long festive season—mulai dari Tahun Baru, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri 2026—juga menjadi faktor pendukung.


    “Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, ditopang oleh kinerja sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta penguatan permintaan domestik pada periode long festive season,” katanya.


    Secara keseluruhan sepanjang 2026, ekonomi Lampung diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.


    “Secara keseluruhan tahun 2026, ekonomi Lampung diprakirakan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional,” lanjutnya.


    Untuk menjaga momentum tersebut, penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas. Strategi ini harus didukung penguatan ekosistem hulu–hilir, mulai dari perbaikan budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi berbagai pihak.


    Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan menempatkan inovasi sebagai kunci, terutama di tengah keterbatasan fiskal, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.


    Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta integrasi rantai pasok hulu–hilir untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah.


    Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan terintegrasi melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub guna meningkatkan efisiensi distribusi, menjaga keseimbangan pasokan, serta mendorong produktivitas di sisi hulu.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini