Bandar Lampung, Datalampung.com – Unggahan seorang warganet di media sosial Threads yang mengaku ibunya diduga ditolak saat hendak berobat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyebut sang ibu akhirnya meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit lain.
Dalam unggahannya, pemilik akun @orghaveeeee mengaku ibunya, Zulaiha, tidak mendapat penanganan di IGD karena dinilai bukan pasien dalam kondisi darurat. Setelah meninggalkan RSUD Abdul Moeloek, pasien kemudian dibawa ke rumah sakit lain dan disebut mengalami kekurangan darah serta stroke.
"Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD karena katanya kondisinya tidak darurat itu sekarang sudah meninggal. Setelah ditolak saya langsung ke rumah sakit lain, ternyata mama saya kurang darah empat kantong dan ada stroke di kepala kanan kiri," tulis akun tersebut.
Pemilik akun juga mengaku masih mengingat petugas medis yang menurutnya menyampaikan penjelasan dengan nada kurang baik meski kondisi ibunya saat itu sudah sangat lemah.
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Yusmaidi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah sekaligus meminta maaf apabila terdapat pelayanan maupun komunikasi petugas yang dirasakan kurang berkenan.
Namun, ia menegaskan hasil investigasi internal rumah sakit tidak menemukan adanya penolakan terhadap pasien.
"Hasil investigasi kami menunjukkan tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang datang ke RSUD Abdul Moeloek selalu diterima dan diperiksa. Tidak ada rumah sakit yang boleh menolak pasien," ujar dr. Yusmaidi kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi, pasien Zulaiha datang ke IGD pada 29 Juli 2026 setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit lain. Saat tiba di IGD, pasien tetap diperiksa oleh tenaga medis.
"Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi pasien masih stabil meski tampak lemah. Petugas kemudian menyarankan agar pasien kembali berkonsultasi dengan dokter yang sebelumnya merawatnya karena riwayat penyakit dan data medis dinilai lebih lengkap di rumah sakit asal," jelasnya.
Ia mengatakan pasien datang tanpa membawa surat rujukan maupun dokumen medis yang lengkap. Karena itu, dokter menyarankan agar pasien kembali ke rumah sakit yang sebelumnya merawat guna menghindari kesalahan diagnosis dan memastikan kesinambungan pengobatan.
Terkait informasi yang menyebut pasien mengalami kekurangan darah hingga empat kantong dan menderita stroke, pihak rumah sakit mengaku tidak mengetahui kondisi tersebut saat pasien menjalani pemeriksaan di IGD.
"Kami tidak mengetahui terkait kekurangan darah empat kantong maupun stroke karena saat diperiksa pasien datang dalam kondisi lemah dan observasi kuning. Setelah diperiksa, keluarga disarankan kembali ke rumah sakit yang sebelumnya merawat," katanya.
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menegaskan hasil pemeriksaan internal menunjukkan seluruh prosedur pelayanan yang dilakukan petugas IGD telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Manajemen rumah sakit juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Zulaiha dan menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan serta komunikasi kepada pasien maupun keluarga pasien.

