-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Pangdam XXI/Radin Inten Pimpin Tanam Padi Serentak di Lampung Timur

    Selasa, 20 Januari 2026, 16:57 WIB

     


    Lampung Timur, Datalampung.com — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi memimpin gerakan tanam padi serentak di lahan persawahan Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (20/1/2026).


    Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta prajurit TNI.


    Pangdam Kristomei turun langsung ke sawah bersama petani. Ia menanam bibit padi di lahan yang telah disiapkan sebagai simbol dimulainya gerakan tanam padi serentak.


    Kristomei mengatakan, gerakan tanam padi kali ini menyasar lahan seluas 500 hektare dengan target produksi sekitar 3.000 hingga 3.500 ton gabah.


    “Hasil panen ini diharapkan dapat mendukung upaya swasembada pangan di Provinsi Lampung sebesar 15 hingga 25 persen pada tahun 2026,” kata Kristomei.

    Ia menjelaskan, varietas padi yang digunakan adalah Inpari 32 Jumbo yang memiliki potensi hasil panen tinggi.


    “Varietas ini berpotensi menghasilkan hingga delapan ton per hektare, dengan kualitas beras yang pulen dan diminati masyarakat,” ujarnya.


    Kristomei menambahkan, Kodam XXI/Radin Inten akan melakukan pendampingan kepada petani mulai dari masa tanam hingga panen. Pendampingan juga mencakup penyerapan gabah oleh Bulog agar harga gabah tetap sesuai ketetapan pemerintah.


    “Kami akan memastikan penyerapan gabah tidak berada di bawah harga pembelian pemerintah, yaitu Rp6.600 per kilogram,” ujarnya.


    Selain itu, Babinsa akan dilibatkan sebagai pendamping petani di lapangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Para Babinsa dibekali aplikasi berbasis teknologi untuk membantu distribusi alat pertanian dan pupuk, serta pengawasan penyerapan gabah.


    Kristomei juga menyampaikan rencana pengembangan varietas padi baru dengan produktivitas lebih tinggi melalui kerja sama riset dengan para ahli.


    “Lampung Tengah dan Lampung Timur akan menjadi lokasi uji coba, dengan target produksi 10 hingga 12 ton per hektare,” kata Kristomei.


    Ia berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Provinsi Lampung.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini