-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Redam Risiko Tabrak Objek Tetap, Ruas Tol Bakter Dilengkapi 39 Crash Cushion di Rest Area dan Pintu Keluar

    Selasa, 13 Oktober 2026, 18:52 WIB


    Lampung Selatan, Datalampung.com — PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) memperkuat sistem keselamatan di sepanjang 140,4 kilometer ruas tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) dengan memasang 39 unit bantal peredam benturan (crash cushion) di berbagai titik rawan kecelakaan.


    Perangkat keselamatan jalan tersebut dirancang untuk menyerap energi kinetik akibat benturan dan meminimalkan tingkat keparahan tabrakan saat kendaraan hilang kendali.


    Pemasangan 39 unit crash cushion ini tersebar di sejumlah titik krusial, meliputi 12 titik di seluruh area on-ramp tempat istirahat (rest area) Jalur A dan B, 21 titik di seluruh gerbang keluar tol (exit gate) Jalur A dan B, serta 6 titik di area Simpang Susun (SS) Bakauheni Utara, Sidomulyo, Kotabaru, Natar, Tegineneng Barat, dan Tegineneng Timur.


    Penempatan peredam benturan difokuskan pada area percabangan jalan dan pembatas objek tetap yang memiliki risiko benturan frontal tinggi.


    Perangkat ini mengacu pada regulasi Direktorat Jenderal Bina Marga melalui spesifikasi khusus SKh-1.A.03 tentang Bantal Peredam Perdampakan (Crash Cushion), yang mengatur persyaratan teknis, komposisi, serta mekanisme kerja alat dalam mereduksi kecepatan laju kendaraan secara bertahap hingga berhenti aman.


    Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, Charles Giroth, menegaskan penyediaan fasilitas ini merupakan wujud komitmen pengelola dalam melindungi keselamatan para pengguna jalan tol penghubung tiga kabupaten di Lampung tersebut.


    "Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas kami. Penyediaan 39 unit crash cushion di titik-titik strategis merupakan salah satu upaya PT BTB untuk memberikan perlindungan tambahan ketika kendaraan kehilangan kendali. Kami juga terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan terhadap fasilitas keselamatan agar dapat berfungsi secara optimal," ujar Charles.


    Kendati infrastruktur pengaman terus dimaksimalkan, Charles menekankan bahwa keselamatan perjalanan tetap bertumpu pada perilaku pengendara di balik kemudi.


    "Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, fokus selama berkendara, serta memperhatikan rambu dan kondisi di sekitar jalan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama," pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini