Lampung Selatan, Datalampung.com – Gedung perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Pardasuka yang berlokasi di Dusun Temiang, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian dari pemerintah.
Salah seorang guru SDN 5 Pardasuka, Dimas, mengatakan kepada media ini di ruang kerjanya belum lama ini bahwa sejak dirinya mengajar di sekolah tersebut, gedung perpustakaan dan musala belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
Menurut Dimas, kondisi bangunan saat ini semakin memprihatinkan. Sejumlah bagian kayu sudah mengalami pelapukan, sementara atap bangunan juga mengalami kerusakan dan kebocoran. Bahkan, bagian atas bangunan depan gedung perpustakaan telah ditumbuhi rumput.
“Sejak saya mengajar di sini, gedung perpustakaan dan musala belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah. Kondisinya sekarang sudah cukup memprihatinkan, kayunya banyak yang keropos, atap ada yang berjatuhan dan bocor. Bahkan, bagian atas bangunan depan perpustakaan sudah ditumbuhi rumput,” ungkap Dimas.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama saat musim hujan disertai angin kencang. Pihak sekolah pun harus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Melihat kondisi ini, tentunya ada kekhawatiran, apalagi kalau musim hujan. Kami sebagai guru tentunya mengantisipasi kondisi tersebut dengan senantiasa waspada. Jika terjadi hujan dan angin kencang, kami mengimbau agar tidak berada di dalam perpustakaan,” katanya.
Dimas berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Dinas Pendidikan, dapat segera merealisasikan bantuan untuk merehabilitasi gedung perpustakaan tersebut.
Menurutnya, bukan hanya gedung perpustakaan yang membutuhkan perbaikan. Satu unit bangunan yang digunakan sebagai musala juga mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atas bangunan, akibat usia bangunan yang sudah cukup tua.
“Kami mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Dinas Pendidikan, agar segera merealisasikan bantuan untuk merehabilitasi gedung perpustakaan. Bukan hanya perpustakaan, kami juga berharap ada bantuan untuk memperbaiki bangunan musala yang saat ini sudah rusak karena termakan usia,” pinta Dimas.
Ia menuturkan, pihak sekolah telah beberapa kali mengusulkan perbaikan bangunan tersebut. Namun, hingga kini perbaikan belum terealisasi.
“Kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Kami sudah beberapa tahun mengusulkan perbaikan. Apalagi musala yang ada di SDN 5 Pardasuka ini sudah tidak dapat digunakan karena kondisi bangunannya mengalami kerusakan berat,” tutur Dimas.
