-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen pada Triwulan I-2026, Lampaui Rata-rata Sumatra

    Selasa, 05 Mei 2026, 22:40 WIB

    Bandar Lampung, Datalampung.com — Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan performa tangguh pada awal tahun 2026. Momentum penguatan ekonomi terus berlanjut dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2026, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen (yoy).


    ​Capaian ekonomi Bumi Ruwa Jurai ini tercatat berada di atas rata-rata pertumbuhan wilayah Sumatra yang sebesar 5,13 persen (yoy), meski masih berada sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen (yoy). Berdasarkan harga berlaku, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada triwulan I-2026 tercatat sebesar Rp132,36 triliun.


    ​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi Lampung pada periode ini ditopang oleh kinerja lapangan usaha utama, yakni sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh signifikan sebesar 9,89 persen (yoy) seiring dengan berlangsungnya puncak panen raya padi dan jagung.


    ​"Kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan terakselerasi sejalan dengan berlangsungnya puncak panen raya sejumlah komoditas tanaman pangan, khususnya padi dan jagung," ujar Bimo Epyanto dalam keterangannya di Bandar Lampung.


    ​Selain faktor alamiah panen raya, peningkatan juga terjadi di sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang tumbuh 6,91 persen (yoy). Hal ini didorong oleh mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri serta aktivitas perdagangan antardaerah. 


    Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum bahkan mencatat pertumbuhan paling kuat, yakni 12,43 persen (yoy), yang dipicu oleh implementasi program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).


    ​"Implementasi program strategis Makan Bergizi Gratis turut memberikan dorongan tambahan pada aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada lapangan usaha penyediaan akomodasi, makanan dan minuman yang tumbuh kuat," tambah Bimo.


    ​Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan 5,54 persen (yoy). Optimisme ini diperkuat oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung yang bertahan di level 121,71. Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak hingga 13,84 persen (yoy) guna mendukung stimulus program strategis nasional dan Koperasi Merah Putih.


    ​Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Lampung sepanjang tahun 2026 akan tumbuh pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen. Untuk menjaga momentum tersebut, BI bersama pemerintah daerah berkomitmen menjalankan tiga strategi utama, yakni penguatan sektor primer dan stabilitas harga, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi investasi, serta percepatan digitalisasi keuangan.


    ​"Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini