-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Dampingi Menhut dan Delegasi Norwegia, Brigjen TNI Sriyanto Paparkan Progres Pembatas Fisik di TNWK

    Minggu, 20 September 2026, 19:18 WIB

    Lampung Timur — Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, bersama delegasi Kedutaan Besar Norwegia meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur mitigasi konflik satwa di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Minggu (20/9/2026). 


    Dalam agenda peninjauan tersebut, Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, memberikan pemaparan detail terkait capaian progres serta spesifikasi teknis pembangunan pembatas fisik kawasan yang dirancang kokoh dan ramah satwa. 


    Pembangunan infrastruktur terpadu ini ditujukan untuk menuntaskan konflik agraria-konservasi antara manusia dan gajah sumatra sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


    "Konstruksi pembatas dirancang memiliki tinggi minimal 2 meter di atas permukaan air saat kondisi pasang atau banjir, memiliki kemiringan 60 derajat agar gajah tidak dapat memanjat, serta dibangun menggunakan beton bertulang yang mampu menahan beban gajah jantan hingga 5 ton," ujar Sriyanto.


    Ia memaparkan, fondasi struktur bangunan turut diperkuat dengan pasangan batu riprap (revetment) guna menahan ancaman abrasi dan erosi akibat laju arus sungai hingga kecepatan 2 meter per detik saat musim penghujan.


    Di bawah komando operasional Komite Gabungan, serangkaian pengerjaan fisik pembatas skala besar telah direalisasikan. Fasilitas tersebut mencakup pagar pipa baja sepanjang 19.600 meter, kanal dan tanggul berdinding beton pracetak sepanjang 23.335 meter, serta kanal dan tanggul tanah sepanjang 76.526 meter.


    Sistem proteksi kawasan diperkuat lewat bentangan pagar H-Beam berlistrik sepanjang 18.420 meter, pagar H-Beam non-listrik sepanjang 22.930 meter, pagar sekat gajah jantan berlistrik sepanjang 19.165 meter, serta sekat pipa baja jantan dan betina dengan total panjang melampaui 30.000 meter. Proyek ini juga dilengkapi pemasangan matras beton sepanjang 53.800 meter, perkerasan jalan tanggul, pembukaan jalan akses sepanjang 38.982 meter, dan pembangunan 7 unit jembatan ARMCO.


    Guna menunjang mobilisasi pemantauan terpadu, telah dibangun 15 unit pos pantau beton, 10 unit pos modular bertingkat, viewing deck, menara pandang setinggi 43 meter, lintasan kanopi (canopy trail) sepanjang 1.447 meter, serta jembatan layang pejalan kaki (skywalk) berukuran 797 meter. Aktivitas patroli darat dan air diperkuat armada 15 unit wahana nirawak (drone), 4 kapal patroli, 30 unit sepeda motor trail, serta 4 kendaraan kabin ganda berpenggerak 4x4.


    Seluruh operasional lapangan ini memobilisasi 3.091 personel gabungan, yang melibatkan unsur Kodam XXI/RI, Kementerian Kehutanan, Balai TNWK, Kepolisian Daerah Lampung, akademisi lintas kampus, dan 2.881 warga setempat.


    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mewakili Menhut Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memadukan perlindungan habitat dan peningkatan taraf hidup masyarakat lingkar penyangga.


    "Tujuan utama pengelolaan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup gajah serta meningkatkan kemakmuran masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional Way Kambas," tutur Satyawan di hadapan delegasi Norwegia.


    Pendekatan strategis ini berfokus menyekat jalur lintas satwa agar kawanan gajah liar tidak memasuki pemukiman, sembari menjamin kesejahteraan populasi gajah di dalam habitat aslinya. Untuk mendukung daya dukung satwa, disiapkan puluhan unit naungan (shelter), 58 bak air minum, 20.000 bibit serai merah, serta penangkaran 900 koloni lebah. Komite Gabungan selanjutnya mematangkan pengembangan program Dapur Gajah, fasilitas klinik satwa terpadu, pembangunan Pusat Komando (Command Center) PKG, serta penambahan unit jembatan penghubung di Desa Tambah Dadi dan Kali Batin.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini