-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Kunjungi SRMA 32 Lamsel, Mensos Soroti Tantangan Siswa Sekolah Rakyat

    Minggu, 26 April 2026, 16:36 WIB


    Lampung, Datalampung.com – Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, memulai rangkaian kunjungan kerjanya di Lampung dengan meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan di Hajimena, Natar, Minggu (26/4/2026).


    Dalam kunjungan tersebut, Syaifullah Yusuf melihat langsung proses pembelajaran dan berdialog dengan guru serta siswa. Ia menyoroti tantangan yang masih dihadapi sebagian peserta didik.


    “Ada siswa yang sudah bisa mengikuti pelajaran dengan cepat, tapi ada juga yang di kelas 1 SMA belum bisa membaca. Ini menjadi tantangan bagi para guru,” ujarnya.


    Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang sangat beragam. Sebagian pernah putus sekolah bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih intensif dan adaptif.


    Meski menghadapi dinamika tersebut, ia menilai proses belajar mengajar kini berjalan semakin stabil. Para guru dan kepala sekolah dinilai mampu beradaptasi dengan karakter serta kebutuhan siswa.


    Selain memantau kegiatan belajar, Syaifullah Yusuf juga meninjau progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Kotabaru, Jati Agung, Lampung Selatan.


    Hingga saat ini, progres pembangunan tercatat mencapai 30,52 persen dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.


    “Dalam proses pembangunannya, ini melibatkan lebih dari 600 pekerja di Lampung. Kami harap semuanya selesai sesuai target, sehingga pada tahun ini direncanakan bisa menampung siswa baru,” kata dia.


    Gedung permanen tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar seribuan siswa. Pembangunan ini merupakan bagian dari lebih dari 100 titik Sekolah Rakyat yang tengah dibangun secara serentak di seluruh Indonesia.


    Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden RI, Prabowo Subianto, yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem.


    Syaifullah Yusuf juga mengungkapkan mayoritas siswa memiliki aspirasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sekitar 75 persen siswa ingin kuliah, sementara sisanya bercita-cita menjadi wirausaha.


    Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, khususnya pada jenjang SMP ke SMA, serta mencegah anak-anak terjerumus dalam berbagai persoalan sosial.


    “Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, kita diajak untuk memberi perhatian lebih kepada anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.


    Pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ke depan, keterlibatan orang tua siswa dalam koperasi desa juga didorong sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.


    Dengan target penyelesaian pertengahan 2026, pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung diharapkan menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini