Bandar Lampung, Datalampung.com — Volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), Lampung mulai mengalami peningkatan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kenaikan lalu lintas kendaraan bahkan sudah terasa sejak sepuluh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, mengatakan peningkatan volume kendaraan mulai terlihat di Gerbang Tol Bakauheni Selatan.
“Di Bakter sendiri, kenaikan sudah mulai terasa di H-10. Ada kenaikan sekitar 30 sampai 40 persen dari hari normal di Gerbang Tol Bakauheni Selatan,” kata Wayan.
Ia menjelaskan, pengelola tol telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
“Untuk kesiapan di Ruas Tol Bakter, alhamdulillah secara kondisi jalan kami sudah siap dan dalam kondisi mantap untuk dilalui pemudik,” ujarnya.
Dari sisi layanan transaksi, pengelola tol juga menyiapkan sejumlah antisipasi untuk mengurangi antrean di gerbang tol.
“Kami sudah mengantisipasi titik-titik gerbang yang berpotensi antre dengan menyiapkan mobile reader. Kami juga menyiapkan pos-pos top-up dan petugas yang akan membantu top-up saldo dengan mobile top-up di gerbang tol bagi pengguna jalan yang kekurangan saldo,” jelas Wayan.
Selain itu, pengelola tol juga memastikan kesiapan fasilitas di rest area bagi para pemudik yang melintas.
“Untuk rest area, kami ada 12 titik yang kami siapkan. Kami pastikan ketersediaan air bersih cukup, toilet fungsional, dan tempat ibadah atau salat siap digunakan,” katanya.
Menurutnya, puncak arus mudik di ruas Tol Bakter diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan volume kendaraan mencapai sekitar 44.500 kendaraan. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada H+2 Lebaran dengan jumlah kendaraan sekitar 57.500 unit.
“Tahun 2026 ini secara nasional diprediksi ada 143 juta pergerakan. Puncak arus mudik kami prediksi jatuh pada tanggal 18 Maret dengan volume kurang lebih 44.500 kendaraan,” ujar Wayan.
Untuk membantu kelancaran perjalanan pemudik, pengelola tol juga memberlakukan potongan tarif bagi pengguna jalan tol.
“Betul, sesuai arahan pemerintah dan pemegang saham, kami memberlakukan diskon tarif sebesar 30 persen untuk jarak terjauh,” katanya.
Diskon tarif tersebut berlaku untuk seluruh golongan kendaraan pada periode arus mudik tanggal 15–16 Maret serta arus balik pada 26–27 Maret 2026.
Selain itu, pengelola tol juga menyiapkan skema penanganan jika terjadi penumpukan kendaraan menuju pelabuhan.
“Untuk penumpukan di pelabuhan, kami akan terapkan sistem delaying atau penundaan di rest area. Kami siapkan kantong parkir di KM 20B, 49B, 67B, dan 87B,” ujar Wayan.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara jika merasa lelah selama perjalanan.
“Kami mengimbau pemudik jangan memaksakan diri mengejar jam kapal jika sudah lelah, silakan istirahat di rest area,” kata dia.

