-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Organda Lampung Siapkan Ratusan Bus Hadapi Arus Mudik Lebaran

    Sabtu, 14 Maret 2026, 21:48 WIB


    Lampung — Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat Provinsi Lampung menyiapkan ratusan armada bus untuk mengantisipasi peningkatan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mulai terjadi pada H-6.


    Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat Lampung, Ketut Pasek, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung serta perusahaan otobus di Lampung guna memastikan kesiapan armada menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.


    Koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat pada 10 Maret 2026 untuk mengecek jumlah armada yang tersedia, sistem pengaturan perjalanan, serta menyiapkan kendaraan cadangan apabila terjadi lonjakan penumpang.


    “Untuk bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) kami menyiapkan 241 unit, sedangkan bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) sebanyak 140 unit. Selain itu ada 80 unit bus pariwisata yang disiapkan sebagai cadangan jika armada reguler tidak mencukupi,” kata Pasek.


    Menurut dia, jalur yang menjadi perhatian utama adalah rute Terminal Rajabasa menuju Pelabuhan Bakauheni. Jalur tersebut kerap menjadi titik kepadatan kendaraan dan penumpang saat musim mudik maupun arus balik Lebaran.


    Ia menjelaskan, pada arus mudik biasanya terjadi penumpukan penumpang di Bakauheni. Sebaliknya, pada arus balik kepadatan cenderung terjadi di Rajabasa.


    “Karena itu jalur Rajabasa–Bakauheni menjadi perhatian utama. Semua persiapan sudah kami lakukan agar penumpang tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.


    Pasek menambahkan, seluruh armada yang akan dioperasikan telah menjalani pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian.


    “Ramp check sudah dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar layak jalan dan aman bagi penumpang,” katanya.


    Terkait tarif angkutan selama periode Lebaran, Organda memberikan toleransi kenaikan maksimal 20 persen dari tarif reguler, sebagaimana diterapkan pada tahun sebelumnya.


    Untuk rute Rajabasa–Bakauheni, tarif bus reguler saat ini sebesar Rp50.000, sedangkan bus eksekutif Rp60.000. Pada masa angkutan Lebaran, tarif bus eksekutif naik menjadi Rp70.000.


    Sementara itu, kondisi penumpang hingga saat ini masih terpantau normal. Namun, lonjakan penumpang diperkirakan mulai terjadi pada 14 Maret atau H-6 Lebaran.


    “Mulai besok diperkirakan sudah ada peningkatan jumlah penumpang, baik untuk angkutan AKDP maupun AKAP,” kata Pasek.


    Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.


    Meski demikian, Pasek menilai jumlah penumpang tahun ini kemungkinan sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Hal itu dipengaruhi durasi libur Lebaran yang lebih panjang sehingga mobilitas masyarakat lebih tersebar.


    “Secara keseluruhan kesiapan sudah matang karena kami sudah berkoordinasi dengan Balai Transportasi, Dinas Perhubungan, dan kepolisian,” ujarnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini