BANDAR LAMPUNG — Lahan kosong di sekitar Jalan Tol Trans Sumatra Kilometer 85,400 hingga Kilometer 86, Kabupaten Lampung Selatan, terbakar pada Rabu (2/9/2026). Kebakaran ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang merambat ke area lahan jalan tol.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, menyatakan bahwa titik api mulai membakar area tersebut pada sore hari.
"Telah terjadi kebakaran lahan tol di Kilometer 85,400 sampai Kilometer 86, Kabupaten Lampung Selatan," ujar Rully Fikriansyah.
Rully memaparkan lini masa penanganan berdasarkan laporan dari posko di lapangan. Berdasarkan data operasional, informasi awal diterima dari petugas pengelola tol bernama Fahmi.
"Pelapor atas nama Fahmi selaku pihak pengelola tol. Titik api bermula pukul 16.20 WIB, jam pelaporan pukul 16.55 WIB, anggota berangkat pukul 16.56 WIB, anggota sampai di lokasi pukul 17.05 WIB, dan kegiatan selesai pukul 18.20 WIB," jelas Rully.
Berdasarkan lini masa tersebut, proses pemadaman di lokasi berlangsung selama 1 jam 15 menit, terhitung sejak petugas tiba di lokasi pada pukul 17.05 WIB hingga operasi dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 18.20 WIB.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material karena area yang terbakar hanya berupa lahan kosong.
"Penyebab kebakaran bersumber dari pembakaran sampah oleh warga yang menjalar masuk ke lahan tol, dengan kerugian nihil karena yang terbakar merupakan lahan kosong," ungkapnya.
Rully menjelaskan bahwa regu pemadam langsung bergerak cepat sesaat setelah panggilan darurat diterima dari petugas tol.
"Kronologi bermula saat Fahmi selaku pihak tol menghubungi pusat panggilan Posko Jati Agung bahwa telah terjadi kebakaran lahan tol di Kilometer 85,400 sampai Kilometer 86. Setelah mendapat laporan tersebut, anggota piket langsung mempersiapkan alat pelindung diri dan berangkat ke lokasi kebakaran," tutur Rully.
Pemadaman ini dikerahkan oleh Petugas Piket Regu 2 Posko Jati Agung yang beranggotakan Kevin Yosanda, Bahri, Syahidin, dan Firman Susilo, serta dibantu oleh M. Destio W. Pihak Damkarmat mengimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah untuk mencegah kejadian serupa.
