-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Diduga Polisi Berpakaian Preman Tinju Warga Saat Eksekusi Rumah di Sukarame

    Jumat, 24 April 2026, 07:43 WIB


    BANDAR LAMPUNG – Proses eksekusi rumah di kawasan Korpri, Sukarame, Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026), diwarnai kericuhan. Dalam sejumlah video yang beredar di kalangan awak media, tampak dugaan tindakan kekerasan terhadap warga dari pihak termohon.


    Dalam rekaman tersebut, beberapa warga terlihat dihalau dan ditarik oleh aparat kepolisian berseragam. Selain itu, seorang pria yang diduga anggota polisi berpakaian preman tampak memukul salah satu warga di lokasi eksekusi.


    Kericuhan terjadi sesaat sebelum juru sita Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang membacakan penetapan eksekusi. Situasi sempat memanas ketika warga mencoba mempertahankan bangunan yang akan dieksekusi.


    Juru sita PN Tanjungkarang, Arief, sebelumnya membacakan Penetapan Eksekusi Nomor 10/Pdt.Eks.PTS/2019/PN.TjK tertanggal 31 Juli 2019. Dalam penetapan itu disebutkan seluruh upaya hukum, termasuk Peninjauan Kembali (PK), telah ditempuh oleh pihak pelawan.


    “Atas perintah Ketua PN Tanjungkarang, putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) ini mulai dilaksanakan hari ini,” ujar Arief di lokasi.


    Di sisi lain, pihak termohon melalui ahli waris Abdul Wahid Masykur, yakni Eka, yang didampingi kuasa hukum Wahyu Widiyatmiko, menyatakan keberatan atas pelaksanaan eksekusi tersebut.


    “Kami sempat meminta penjelasan sebelum eksekusi terkait sertifikat 70 dan sertifikat 702, namun tidak ditunjukkan. Kami kecewa. Upaya hukum kasasi sudah terdaftar dan itu belum putus sampai saat ini, tetapi mereka tetap melakukan eksekusi,” kata Wahyu.


    Ia juga mempertanyakan legal standing kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menjadi dasar eksekusi. Menurutnya, terdapat dugaan kejanggalan dalam dokumen yang ditunjukkan.


    “Ada perbedaan alamat dan nomor SHM. Namun pihak terkait tidak bisa menunjukkan SHM aslinya, tetapi eksekusi tetap dilakukan,” ujarnya.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pemukulan oleh oknum yang disebut berpakaian preman tersebut.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini