-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Puskesmas Katibung Fogging di Desa Babatan Usai Temuan Kasus DBD

    Kamis, 05 Maret 2026, 14:09 WIB


    Lampung Selatan, Datalampung.com — UPTD Puskesmas Rawat Inap Katibung melakukan fogging atau pengasapan di Dusun Manunggal, Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (3/3/2026). Langkah ini dilakukan setelah ditemukan satu kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.


    Pemegang Program DBD UPTD Puskesmas Rawat Inap Katibung, Afief Ardi, mengatakan fogging dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran penyakit DBD di lingkungan sekitar rumah warga yang terjangkit.


    “Untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran penyakit DBD ini, maka kita melakukan fogging di wilayah sekitar rumah warga yang terjangkit DBD. Karena wilayah atau lingkungan sekitar warga yang terjangkit DBD ini sangat berisiko tinggi untuk terjangkit DBD,” kata Afief.


    Ia menjelaskan, fogging merupakan salah satu cara untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.


    “Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, masyarakat harus menjaga lingkungan sehat dan bersih sehingga kita semua bisa terhindar dari penyakit DBD,” ujarnya.


    Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Katibung, dr. Rahel G. Silaen, M.Kes, menegaskan fogging bukan satu-satunya cara efektif untuk memberantas penyebaran nyamuk penyebab DBD, terutama pada musim hujan.


    “Fogging belum cukup efektif untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit DBD. Sebab, fogging itu hanya mematikan nyamuk dewasa, sedangkan telur dan larva nyamuk terus berkembang biak,” kata Rahel.


    Menurutnya, pencegahan DBD membutuhkan peran aktif masyarakat melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan pola hidup bersih.


    “Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dengan menjaga lingkungan tetap bersih melalui 3M, yaitu menguras bak mandi, menimbun barang bekas yang bisa menampung air, serta menutup tempat penampungan air,” jelasnya.


    Ia menambahkan, warga yang terjangkit DBD saat ini telah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung.


    “Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan untuk memutus mata rantai penyakit DBD ini,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini