-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Dapur MBG di Pardasuka Diduga Ugal-ugalan, Distribusikan Makanan Tak Sesuai Nilai Gizi dan Harga

    Jumat, 06 Februari 2026, 19:22 WIB


    Lampung Selatan, Datalampung.com – Alih-alih menjadi momentum peningkatan asupan gizi anak sekolah, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru memunculkan ironi baru. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola Dapur MBG di Dusun Sukatinggi, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, diduga bertindak ugal-ugalan dalam mendistribusikan paket makanan.


    Paket MBG yang dibagikan disebut jauh dari nilai harga acuan, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait kandungan gizi, keamanan pangan, hingga legalitas produk yang disalurkan kepada siswa.


    Berdasarkan pantauan, paket MBG yang diterima siswa didominasi makanan kering pabrikan. Jenis makanan tersebut bahkan lazim ditemukan di rak warung kelontong, bukan menu yang seharusnya diproduksi oleh dapur gizi negara.


    Tak hanya persoalan harga, jenis makanan yang diterima juga menuai sorotan. Salah satunya buah salak yang dinilai tidak layak dikonsumsi dalam kondisi tertentu. Hal ini memicu kekhawatiran, mengingat program MBG menyasar anak-anak sekolah yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal, khususnya dari aspek keamanan dan kualitas pangan.


    Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah Dapur MBG benar-benar menyiapkan makanan bergizi sesuai tujuan program, atau sekadar mendistribusikan paket pengganjal perut agar laporan kegiatan tetap berjalan?


    Pasalnya, jenis makanan yang dibagikan lebih menyerupai camilan, bukan menu bergizi seimbang sebagaimana konsep dasar Program Makan Bergizi Gratis.


    Salah satu orang tua siswa mengaku kecewa dengan menu yang diterima anaknya.


    “Kecewa, ini tidak sesuai. Jauh dari perbaikan pelayanan,” ujar orang tua siswa tersebut.


    Hingga kini, pihak SPPG yang dimaksud belum merespon ketika dimintai keterangan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini