Lampung Selatan, Datalampung.com – Seorang kakek berusia 67 tahun bernama M. Muslih Joko Waluyo, warga Dusun Bangun Rejo, Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, menderita lumpuh selama enam tahun terakhir. Hingga kini, ia hanya bisa terbaring lemah di atas dipan berlapis kasur lusuh di kamar tidurnya yang sempit.
Setiap hari, M. Muslih menghabiskan waktu dengan berbaring. Sesekali ia meminta air panas untuk ditempelkan ke dadanya agar napasnya terasa lebih lega. Kondisi kesehatannya tampak memprihatinkan, dengan napas terengah-engah dan gerak tubuh yang sangat terbatas.
Ia mengalami kelumpuhan hampir di seluruh bagian tubuhnya. Dalam keseharian, M. Muslih hanya ditemani sang istri yang bekerja serabutan serta seorang anaknya yang juga mengalami gangguan jiwa.
“Bapak saya sudah enam tahun hanya bisa terbaring. Awalnya menderita darah tinggi, tapi lama-kelamaan kondisinya memburuk karena sulit bergerak,” ujar anak M. Muslih saat ditemui.
Keluarga sempat membawa M. Muslih berobat ke puskesmas. Namun, karena kondisinya terus memburuk, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Bandar Lampung.
“Bapak saya sudah pernah menjalani operasi di rumah sakit Bandar Lampung, tapi pengobatan terhenti karena keterbatasan biaya dan kerepotan bolak-balik ke rumah sakit,” kata sang anak.
Ia menjelaskan, keluarga kesulitan melanjutkan pengobatan karena tidak bisa meninggalkan sang ibu yang juga dalam kondisi sakit di rumah. Selain itu, kakaknya yang mengalami gangguan jiwa juga membutuhkan pengawasan.
“Sudah pernah operasi sekali, tapi terhenti karena tidak bisa meninggalkan ibu yang sakit di rumah, sementara kakak saya juga tidak sehat jiwanya,” imbuhnya.
Dengan suara lirih, ia menyampaikan harapannya agar orang tuanya dan kakaknya bisa mendapatkan pengobatan yang layak.
“Saya hanya ingin orang tua saya serta kakak saya sembuh, itu saja,” pintanya.
Keluarga sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah serta pihak terkait untuk membantu pengobatan dan kebutuhan hidup mereka yang saat ini berada dalam kondisi serba kekurangan.
