Lampung, Datalampung.com — PT PLN (Persero) menggelar Touring EVenture sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Kegiatan ini dilakukan seiring pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Indonesia.
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni, mengatakan Touring EVenture menjadi sarana pengecekan langsung kesiapan infrastruktur SPKLU di berbagai wilayah, termasuk jalur utama mudik.
“Ini adalah kegiatan kita dalam rangka melakukan pemeriksaan atau pengecekan kesiapan SPKLU dalam rangka Mudik Nataru,” kata Joni, Senin (15 Desember 2025)
Menurut Joni, PLN telah menyusun proyeksi jumlah kendaraan listrik yang akan melakukan perjalanan antardaerah selama Nataru, sehingga kesiapan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri.
“Nah, tentu dalam persiapan kita untuk Mudik Nataru ini, kita sudah membuatkan proyeksi. Proyeksi kendaraannya lebih kurang 26.000 kendaraan yang akan bermigrasi dari satu daerah ke daerah lain. Nah, tentu ini juga menjadi tantangan kita PLN agar kita benar-benar siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Touring EVenture dilakukan dengan menelusuri sejumlah kota besar dan jalur utama di Pulau Jawa dan Sumatra untuk memastikan seluruh infrastruktur pengisian daya berfungsi optimal.
“Jadi, kita akan cross check dari mulai dari Bandar Lampung sampai nanti hari ini juga teman-teman akan bergerak dari Jakarta ke Bandung, Bandung ke kemudian ke Semarang, dan dari Semarang ke Jogja, Jogja langsung ke Surabaya,” lanjut Joni.
Di Lampung, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung telah menyiagakan 64 unit SPKLU di 39 lokasi untuk mendukung kelancaran Touring EVenture sekaligus arus mudik Nataru. Sebanyak 17 lokasi berada di ruas Tol Trans Sumatera dan 22 lokasi lainnya di jalur non-tol, seperti pusat perbelanjaan, hotel, kampus, hingga Pelabuhan Bakauheni.
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengatakan jumlah SPKLU di Lampung meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu, dengan fokus di titik-titik strategis.
“Di Lampung saat ini terdapat 64 SPKLU di 39 lokasi. Kami juga menyiapkan 16 posko siaga SPKLU yang tersebar di rest area dan jalur lintas. Titik prioritas berada di KM 20 A dan KM 20 B yang dekat dengan Bakauheni,” kata Rizky.
Selain itu, PLN UID Lampung menyiagakan 16 posko siaga SPKLU dengan dukungan sekitar 60 petugas yang berjaga 24 jam, serta menyiapkan SPKLU mobile dan unit emergency untuk mengantisipasi gangguan maupun lonjakan pengguna.
Rizky menambahkan, masa siaga Nataru diperkirakan berlangsung mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan beban puncak kelistrikan diproyeksikan mencapai sekitar 1.200 megawatt.
“Kami memiliki dashboard monitoring yang memantau kondisi SPKLU secara real time. Jika terjadi kendala, tim teknis akan segera bergerak untuk melakukan pemulihan,” ujarnya.
Sebagai gerbang Pulau Sumatra, Lampung dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas kendaraan listrik saat Nataru. Melalui Touring EVenture, PLN menegaskan komitmennya memastikan layanan SPKLU siap dan andal bagi para pengguna kendaraan listrik yang melintas.

