-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Stabilitas Harga Terjaga, Inflasi Lampung Oktober 2025 Terkendali di Level 1,20 Persen

    Rabu, 05 November 2025, 11:28 WIB


    Lampung — Stabilitas harga kebutuhan pokok di Provinsi Lampung pada Oktober 2025 tercatat tetap terjaga. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia Perwakilan Lampung, inflasi bulan Oktober berada pada level 0,23 persen secara bulanan (mtm), sementara inflasi tahunan (yoy) mencapai 1,20 persen.


    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menjelaskan bahwa meski terjadi kenaikan beberapa harga komoditas, secara keseluruhan inflasi masih dalam kategori terkendali.


    Bimo mengungkapkan bahwa kenaikan inflasi terutama disumbang oleh komoditas emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah. “Komoditas-komoditas tersebut memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulan Oktober,” jelasnya dalam keterangan tertulis 4 November 2025.


    Kenaikan harga emas perhiasan menjadi pemicu utama dengan andil tertinggi, seiring naiknya harga emas global akibat ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, naiknya harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah dipicu berkurangnya pasokan serta faktor cuaca yang mempengaruhi produktivitas dan masa panen.


    Meski demikian, inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Beberapa di antaranya adalah bawang merah, tomat, cabai rawit, dan gula pasir, yang harganya turun seiring masuknya masa panen dan meningkatnya ketersediaan pasokan lokal.


    Bank Indonesia menilai inflasi Lampung masih berada dalam rentang target nasional yaitu 2,5 ± 1 persen hingga akhir 2025. Meskipun begitu, BI mengingatkan potensi risiko seperti kenaikan harga emas dunia, lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, serta tekanan harga barang yang diatur pemerintah.


    Untuk menjaga stabilitas harga, BI Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjalankan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Langkah-langkah itu mencakup operasi pasar, penguatan kerja sama antar-daerah, pengembangan data pasokan pangan, serta menjaga kelancaran distribusi menuju titik konsumsi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini