-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Selalu Tak Dapat Bantuan, Nelayan Way Muli Induk Gigit Jari

    Redaksi
    Sabtu, 08 Februari 2020, 19:22 WIB
    Nelayan penghuni Huntara Desa Way Muli Induk

    Rajabasa, datalampung.com - Nelayan yang menghuni hunian sementara (Huntara) di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, terpaksa harus gigit jari.

    Para nelayan korban tsunami 2018 silam itu, hingga kini belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah maupun donatur lain. Padahal di desa lain seperti Desa Way Muli Timur, Kunjir dan Sukaraja sudah beberapa kali mendaoatkan bantuan, seoerti perahu, jaring bahkan modal usaha.

    "Yang ditimur (Way Muli Timur, red) dan sukaraja banyak bantuannya, yang pertama perahu, mesin, dan jaring. Yang kedua ada bantuan lagi, ada perahu, mesin tapi gak ada jaring. Yang ketiga bantuan usaha dari YEU (YAKKUM Emergency Unit, red), katanya mah, tapi kami gak dapat juga kata Alamri (62) kepala huntara Way Muli Induk kepada datalampung.com, Sabtu, (08/02/20).

    Ia menerangkan, ada 110 nelayan di desa itu, sementara kepala keluarga yang menempati huntara itu ada 48 kepala keluarga. Namun hingga kini dari keseluruhan warga tersebut baru ada 13 nelayan yang sudah mendapatkan bantuan.

    "Ya maunya kami disini juga dikasih bantuan pak, jangan cuma yang lain-lain aja gitu," harapnya.

    Sementara Koordinator Huntara Way Muli Induk Ida Yunita mempertanyakan kenapa di desanya hanya segelintir nelayan yang mendapatkan bantuan, sementara di desa lain, bantuan hampir diberikan menyeluruh.

    "Pemkab sendiri belum ada sampai sekarang belum, saya memberanikan diri untuk datang ke kantor dinas perikanan kata dinas perikanan bilang, Way Muli induk ini tidak aktif," ungkap Ida.

    Ida melanjutkan, harusnya ada arahan dari Dinas Perikanan Lampung Selatan, agar para nelayan tahu apa saja yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan bantuan, baik dari daerah maupun pusat.

    "Menurut saya, jangan dipilih yang aktifnya saja seharusnya dinas perikanan ini mohon maaf yang sebesar besarnya di lihat dari desa mana yang tidak aktif, otomatis itukan ada rukun nelayan, di tegor kenapa way muli induk ini tidak aktif, adakah ketuanya adakah anggotanya, dan seterusnya suruh pembentukan rukun nelayan setelah itu barulah mereka disuruh atif," jelas dia.

    Ia berharap, kedepan Desa Way Muli Induk juga merasakan bantuan dari pemerintah dan donatur, terlebih hingga kini masih banyak nelayan di desa itu yang masih belum memiliki perahu untuk melaut. (Kur)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini