-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Iklan

    Ibu Menangis Anak Tak Bisa Ditebus dari Rumah Sakit di Kalianda

    Redaksi
    Jumat, 14 Februari 2020, 12:01 WIB
    Ratnawati dikediamannya


    Kalianda, datalampung.com - Ratnawati (32) warga Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan tak kuasa menahan tangis melihat anak perempuannya yang akhirnya sudah berada di rumah.

    Sebelumnya, ia dan anaknya sudah sepekan berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hidayah Ibu Kalianda dan tak dapat pulang lantaran tidak dapat membayar biaya persalinan di rumah sakit bersalin itu.

    Awalnya, Ratnawati dibawa oleh Suryadi (35) suaminya ke RSUD Bob Bazar Kalianda, namun karena ada permasalahan administrasi, ia harus membawa istrinya ke RSAI Hidayah Ibu.

    "Tadinya di bidan, sampe jam 12 malam, tanggal 7 Februari, malam Jum'at, belum ada tanda, langsung dibawa ke Bob Bazar, langsung dirawat, saya dipanggil untuk pendaftaran, disitu saya peke KIS minjem kawan, gak bisa katanya, saya pulang, ambil KTP dan KK, sampes sana udah dicabut infusnya, katanya disuruh ke klinik aja katanya, katanya di Bob Bazar biayanya lebih mahal 10 juta," jelas Suryadi, Jum'at, (14/02/20).

    Karena bingung dan menyelamatkan nyawa sang ibu dan calon anaknya, ia pun mengikuti saran dari pihak rumah sakit.

    "Saya bingung terpaksa dibawa kesana. Kalo kemarin 7 juta berapa, jadwal 3 hari, kita 6 hari, sehari 450. Anak ketiga namanya Ratu Mas, makasih sama pak Hipni dibantu, semoga rezekinya lancar dan bisa dipermudah," terangnya.

    Sementara sang istri, Ratnawati tidak bisa menahan tangis setelah anaknya berhasil dibawa pulang, harunya tak terbendung karena dibantu pihak Desa Canggu dan donatur yang membantu sehingga bisa membawa anaknya pulang.

    Video Ratnawati menceritakan bagaiman ia tak bisa membayar rumah sakit : 



    Di kediaman Suryadi dan Ratnawati, Hipni mengatakan ia membantu membiayai persalinan warga Canggu tersebut lantaran iba dengan permasalahan yang dialami Suryadi dan keluarga. Terlebih Suryadi hanya buruh tani dan tinggal dirumah kontrakan.

    "Pak Yadi telefon saya bahwa dia punya keluhan istrinya melahirkan dan tidak punya biaya untuk membayar biaya rumah sakit, kita coba memfasilitasi untuk mengatasi permasalahan ini. Kita juga kasih nama Ratu Mas, mudah-mudahan berkah," pungkas Hipni. (Kur)




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini