-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Wakornas TRCPPA Indonesia Apresiasi Respons Cepat Dinkes dan Puskesmas Tanjung Bintang Tangani Anak Diduga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

    Selasa, 08 September 2026, 13:08 WIB


    Lampung Selatan, Datalampung.com — Respons cepat jajaran kesehatan dalam menangani masyarakat yang diduga terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mendapat apresiasi dari Wakil Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Indonesia, Muhammad Gufron, Selasa (8/9/2026).


    Gufron secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, S.K.M., M.M., yang dinilai telah memberikan arahan dan panduan penanganan pelayanan kesehatan kepada seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya dalam menghadapi dampak sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.


    Apresiasi tersebut disampaikan setelah tim relawan TRCPPA Indonesia menemukan langsung adanya pelayanan kesehatan yang cepat dan responsif di Puskesmas Tanjung Bintang.


    Dalam laporan yang diterima TRCPPA Indonesia, seorang anak berusia lima tahun, warga Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah terdampak abu vulkanik.


    Begitu mendapatkan laporan, jajaran Puskesmas Tanjung Bintang langsung memberikan penanganan medis. Anak tersebut diperiksa oleh dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD) dan mendapatkan tindakan awal berupa terapi oksigen untuk membantu mengatasi keluhan sesak yang dialaminya.


    Setelah kondisi anak membaik dan keluhan sesak berkurang, dokter jaga kemudian membawa pasien ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, anak tersebut mendapatkan penanganan rawat inap di Puskesmas Tanjung Bintang guna memastikan kondisi kesehatannya tetap terpantau dan mendapatkan pemeriksaan lanjutan.


    Menurut Gufron, langkah cepat tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan kesehatan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.


    “Ini merupakan langkah positif dan nyata yang kami saksikan langsung di lapangan. Respons Puskesmas Tanjung Bintang dalam menangani pasien anak sangat cepat dan profesional. Ketika ada anak yang mengalami kendala kesehatan, penanganan langsung dilakukan tanpa menunggu kondisi memburuk,” ujar Gufron.


    Ia menilai pola pelayanan seperti yang ditunjukkan Puskesmas Tanjung Bintang patut menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya, terutama dalam menghadapi situasi yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan perempuan dan anak.


    Selain mengapresiasi pelayanan medis terhadap pasien anak, Wakornas TRCPPA Indonesia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan yang melakukan pembagian masker secara masif kepada masyarakat di sejumlah wilayah sebagai upaya perlindungan dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.


    Pembagian masker tersebut dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan bersama puskesmas di wilayah terdampak dengan melibatkan unsur Kepolisian, TNI, aparat kecamatan, serta aparat desa.


    Gufron menilai langkah tersebut merupakan bentuk konkret pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi dan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah potensi dampak sebaran abu vulkanik.


    “Upaya ini merupakan bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah yang secara konkret dilakukan melalui jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas. Apa yang dilakukan Puskesmas Tanjung Bintang luar biasa dan layak menjadi contoh bagi puskesmas lainnya di Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya.


    TRCPPA Indonesia, lanjut Gufron, akan terus mendukung langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama jajaran kesehatan dalam memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta dampaknya terhadap masyarakat.


    Perhatian khusus, kata dia, harus diberikan kepada kelompok rentan, terutama perempuan dan anak yang berada di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.


    “TRCPPA Indonesia selalu mendukung langkah pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan dan kesehatan perempuan serta anak harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini