Lampung Selatan, Datalampung.com – Polres Lampung Selatan mengungkap delapan laporan polisi (LP) terkait tindak pidana narkotika sepanjang Agustus 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 12 tersangka yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (4/9/2026).
Deddy mengatakan, delapan perkara tersebut diungkap di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Lampung Selatan, mulai dari kawasan pelabuhan hingga permukiman warga.
Beberapa lokasi pengungkapan di antaranya Seaport Interdiction Bakauheni, area parkir Pelabuhan BBJ, Desa Bakauheni, Dusun Sumur, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Jalan Lintas Timur Desa Ketapang, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, serta Jalan Pratu M. Amin, Kecamatan Kalianda.
“Dalam periode Agustus 2026, kami mengungkap delapan laporan polisi dengan mengamankan 12 tersangka. Pengungkapan ini dilakukan di sejumlah lokasi dengan modus yang berbeda-beda,” kata Deddy.
Dari delapan perkara tersebut, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan total berat bruto mencapai 42.861,73 gram atau sekitar 42,86 kilogram.
Barang bukti tersebut terdiri atas 40 bungkus atau paket teh Cina berisi sabu dengan berat bruto 42.053 gram, 22 plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 6,39 gram atau netto 3,89 gram, tujuh bungkus sabu seberat 638,39 gram, 14 bungkus seberat 140,12 gram, lima bungkus seberat 11,60 gram, satu bungkus seberat 0,48 gram, delapan bungkus seberat 3,47 gram, serta 27 bungkus seberat 8,28 gram.
Dengan demikian, keseluruhan barang bukti sabu yang disita mencapai 124 paket atau bungkus dengan total berat bruto sekitar 42,86 kilogram.
Selain sabu, polisi turut menyita satu bungkus ganja dengan berat bruto 9,29 gram serta 769 pcs cartridge yang mengandung etomidate.
Pengungkapan tersebut mencatat nilai ekonomis barang bukti mencapai Rp45.136.940.000. Polisi memperkirakan barang bukti narkotika yang disita tersebut dapat menyelamatkan 174.169 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan sejumlah modus yang digunakan para tersangka. Di antaranya menyembunyikan narkotika di dalam kendaraan, melakukan transaksi jual beli narkotika di rumah pribadi, serta menyimpan narkotika di rumah, tas, dan wadah makanan.
Selain narkotika, polisi turut menyita tiga unit kendaraan, sejumlah telepon seluler, tas, kunci kendaraan, serta empat unit timbangan digital yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (2) huruf a dan b dan Pasal 612 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Para tersangka terancam pidana penjara paling singkat lima tahun hingga 20 tahun, pidana penjara seumur hidup, atau pidana mati untuk perkara tertentu, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Deddy menegaskan, pengungkapan delapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Lampung Selatan dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.
“Kami terus berkomitmen bukan hanya menangkap kurir, tetapi juga mengungkap keseluruhan jaringan peredaran narkotika tersebut,” ujar Deddy.
Ia menegaskan, polisi akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku maupun jaringan peredaran narkotika sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
