Bandar Lampung, Datalampung.com — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama polres jajaran mengambil langkah tanggap darurat guna memitigasi dampak sebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Sebanyak 31.685 masker dibagikan kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak paparan debu vulkanik.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa pembagian masker pelindung pernapasan tersebut dilakukan secara masif melalui 206 kegiatan operasional yang tersebar di wilayah hukum Polda Lampung serta 15 polres jajaran.
"Pembagian masker ini merupakan langkah cepat kepolisian dalam melindungi kesehatan masyarakat dari risiko gangguan saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Secara keseluruhan ada 31.685 masker yang telah disalurkan melalui 206 giat di lapangan," ujar Yuni, Senin (7/9/2026).
Penyaluran masker terbanyak tercatat di wilayah yang berdekatan langsung dengan perairan Selat Sunda serta pusat keramaian, antara lain Lampung Selatan sebanyak 6.650 masker melalui 20 kegiatan, Polresta Bandar Lampung sebanyak 5.500 masker melalui 21 kegiatan, dan Lampung Utara sebanyak 4.500 masker melalui 16 kegiatan.
Selain pembagian masker, Polda Lampung juga menyiagakan posko tanggap bencana terpadu di seluruh jajaran dengan total 16 posko dan mengerahkan 746 personel siaga.
"Kami juga mendirikan 16 posko tanggap bencana dengan melibatkan 746 personel. Selain itu, ada 21 posko kesehatan dengan 96 personel medis yang disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga," tambahnya.
Untuk mengantisipasi skenario terburuk dari dinamika aktivitas vulkanik, jajaran kepolisian juga telah memetakan rencana kontinjensi penyelamatan warga. Tercatat ada 148 titik evakuasi yang disiapkan—mencakup 133 titik lapangan terbuka, 8 fasilitas gedung, dan 107 kantor pemerintahan—serta penetapan 275 jalur evakuasi resmi.
Kombes Pol Yuni mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, serta selalu mengenakan masker saat beraktivitas di area yang terpapar debu vulkanik.
