-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Stokpile Pasir Diduga Ilegal di Rangai Tri Tunggal Diprotes Warga

    Jumat, 10 April 2026, 14:52 WIB


    Lampung Selatan, Datalampung.com – Keberadaan stokpile pasir yang diduga beroperasi tanpa izin di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, menuai protes warga. Aktivitas tersebut dinilai menimbulkan gangguan kesehatan hingga membahayakan pengguna jalan.


    Warga mengeluhkan debu dan ceceran tanah dari truk pengangkut pasir yang melintas di jalan sekitar permukiman. Kondisi itu disebut menyebabkan jalan licin dan memicu kecelakaan.


    Kepala dusun setempat, Bambang, mengatakan warga telah mendatangi lokasi untuk menyampaikan protes.


    “Pagi tadi kami bersama warga sudah datang untuk protes. Debu dan kotoran dari ban mobil pengangkut pasir membuat jalan licin. Tadi pagi ada tiga orang yang jatuh saat melintas,” ujarnya.


    Menurut Bambang, aktivitas stokpile tersebut diduga tidak mengantongi izin. Warga juga telah menegur pengelola agar membersihkan ban kendaraan sebelum keluar dari lokasi.


    “Semalam sudah kami tegur. Kalau tetap beraktivitas, tolong ban mobil dibersihkan dulu. Saat kering jadi debu, saat basah jadi licin. Ini sangat mengganggu dan membahayakan warga,” katanya.


    Ia menambahkan, debu yang beterbangan tidak hanya mengotori rumah dan warung warga, tetapi juga mengganggu pengendara di jalan lintas.


    Keluhan serupa disampaikan Anto, karyawan warung mi ayam bakso yang berada tepat di seberang lokasi stokpile. Ia mengaku aktivitas tersebut sangat berdampak pada usahanya.


    “Stokpile pasirnya tepat di depan tempat saya kerja, hanya nyebrang jalan. Debunya masuk ke warung. Selain berbahaya untuk mata, juga bikin sesak napas. Pagi ini saya lihat sudah tiga orang yang jatuh karena jalan licin,” ujarnya.


    Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan menindaklanjuti dugaan aktivitas ilegal tersebut, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini