-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Di DPRD Lamsel, RSUD Bob Bazar Kalianda Minta Tambahan Fasilitas Medis

    Redaksi
    Senin, 10 Februari 2020, 19:49 WIB
    Hearing Komisi IV DPRD Lamsel dan RSUD Bib Bazar Kalianda


    Kalianda, datalampung.com - Komisi IV DPRD Lampung Selatan melakukan hearing dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bib Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Senin (10/02/20), di Ruang Kerja Komisi IV DPRD Lamsel.

    Dalam hearing tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Direktur RSUD Bib Bazar Kalianda, Dr. Media Apriliana, M. KM, diantaranya adalah permintaan untuk menambah fasilitas di rumah sakit plat merah itu.

    "Yang pasti alat mata kemudian CT scan untuk membantu dokter spesialis saraf memberikan diagnosa yang tepat, alat untuk melihat sampai kedalam mata dan penambahan gedung untuk cuci darah," ungkap Media, Senin, (10/02/20).

    Media mengatakan, untuk memenuhi fasilitas penunjang yang dibutuhkan termasuk item-item lain yang tidak disebutkan, pihaknya setidaknya memerlukan biaya kurang lebih 10 miliar rupiah.

    Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Lamsel, Ahmad Muslim mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan oleh pihak RSUD Bob Bazar Kalianda.

    "Terkait fasilitas kesehatan juga, untuk peningkatan dan penambahan. Yang pertama, ruangan pelayanan untuk cuci darah, karena saat ini cukup banyak pasien cuci darah, jadi diharapkan ada penambahan fasilitas ruangan dan bed, tadinya 10 bed menjadi 20 bed," kata Muslim.

    Sementara anggota Komisi IV DPRD Lamsel Amelia Nanda Sari mengatakan, penambahan fasilitas di RSUD Bob Bazar akan didiskusikan untuk didorong penganggarannya pada APBD perubahan mendatang.

    "APBD perubahan akan kita dorong, jadi di perubahan itu sudah disampaikan insyaAllah kita akan dorong," terangnya.

    Disisi lain, komisi IV DPRD Lamsel.juga menyoroti pengelolaan parkir di RSUD BobBazar Kalianda.

    "Akan ditingkatkan, ketidak transparanan HZL, disana konsumen tidak bisa melihat tarifnya dan income pemasukannya selalu sedikit, hanya 5 juta rupiah perbulan, itu akan ditinjau ulang," pungkasnya. (Kur)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini