-->
  • Jelajahi

    Copyright © datalampung

    Iklan

    Disdik Lamsel Berikan Before After Challenge Untuk Kepsek

    Redaksi
    Jumat, 17 Januari 2020, 19:01 WIB
    Salah satu sekolah di Lamsel yang telah diperbaiki


    Kalianda, datalampung.com - Dinas Pendidikan (disdik) Lampung Selatan memberikan tantangan kepada seluruh Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lamsel.

    Tantangan tersebut berupa Before After Challenge, yang di prakarsai oleh Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Thomas Americo, untuk memacu kepala sekolah yang ada di Lamsel untuk berlomba memperbaiki kualitas pendidikan di Lamsel.

    Before After Challenge sendiri diberikan untuk sekolah-sekolah yang kondisi maupun fasilitasnya tidak terlalu baik dan harus dirubah menjadi lebih baik dan indah.

    "Ini untuk meningkatkan motifasi, bahwa bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang ada di Lamsel. Saya berharap seluruh kepsek punya visi dan misi yang jelas mau dibawa kemana sekolah itu," kata mantan Kepala Badan Kesbangpol Lamsel itu, (17/01/20).

    Ada empat kriteria penilaian yang diberikan oleh Disdik Lamsel untuk memenuhi tantangan tersebut, yakni bidang infrastruktur, akademis, akhlakul karimah dan guru penggerak.

    "Infrastruktur apa saja, misal pagar sekolah, pepohonan atau bangun apa saja yang ada di sekolah. Di bidang akademis, metode pembelajarannya gimana, misalanya mengundang motivasi, atau metode pembelajarannya tidak biasa. Akhlakul karimah, misalnya hafalan surat-surat pendek dan guru penggerak, kepala sekolah wajib menunjuk guru terbaik disitu, dari segi aspek dia unggul disitu, kita akan beri dia tanggung jawab, misalnya dari disiplinnya, metode pembelajarannya dia memakai metode terbaru," terang Thomas.

    Dinas Pendidikan Lamsel sebenarnya telah menerapkan program Before After sejak 2019 silam. Disdik Lamsel juga mewajibkan setiap sekolah dibawah naungan Disdik Lamsel, untuk melaporkan perkembangan program Before After di sekolah pertriwulan.

    Meski begiti Thomas mengatakan, tidak ada reward bagi kepala sekolah yang telah memperbaiki sekolahnya, hal tersebut dilakukan semata-mata untuk melihat kemampuan kepala sekolah mengelola sekolah yang dipimpinnya. (Kur)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini