Lampung, Datalampung.com – Kodam XXI/Radin Inten tengah mempercepat pembangunan 28 jembatan perintis di wilayah Provinsi Lampung dan Bengkulu. Proyek infrastruktur ini bertujuan untuk membuka akses wilayah yang terisolasi serta memperlancar mobilitas warga antardesa.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa pembangunan puluhan jembatan tersebut telah dimulai sejak April lalu. Target pengerjaan untuk setiap jembatan ditetapkan selesai dalam waktu 35 hari kerja.
"Pembangunan jembatan ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, terutama akses bagi pelajar dan distribusi barang," ujar Kristomei dalam keterangannya di Lampung.
Menurut Kristomei, kehadiran jembatan ini sangat krusial bagi warga setempat. Selama ini, masyarakat di sejumlah titik harus menempuh jalur memutar dengan waktu tempuh mencapai 30 menit karena tidak adanya akses penyeberangan yang memadai.
Saat ini, salah satu proyek yang sedang berjalan berada di Way Marem, Kali Pasir, Lampung Timur. Sementara itu, beberapa jembatan lainnya telah lebih dulu diresmikan dan mulai digunakan, seperti di Desa Kumbayan (Tanggamus) dan Sukarjo 4 (Pringsewu).
Selain fokus pada pembangunan jembatan, Pangdam menyebutkan bahwa prajurit TNI tetap menjalankan tugas teritorial di berbagai wilayah meskipun pembangunan markas dan asrama belum sepenuhnya rampung. Personel di lapangan juga diminta aktif membantu pengamanan wilayah dan mendukung program ketahanan pangan pemerintah daerah.
Pembangunan 28 jembatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pelosok dengan memangkas biaya transportasi dan waktu tempuh logistik masyarakat. (*)
